Ksatria?

Beberapa tahun yang lalu, semasa sekolah di Jepang, saya suka nonton seri ER (Emergency Room). Soalnya itu satu dari sedikit yang berbahasa Inggris, jadi agak nangkap lah. Acara lain berbahasa Jepang, yang meski sudah serius, konsentrasi dan berusaha fokus pun, tetap telmi (telat mikir) alias lola (loading lambat), nggak mudheng-mudheng dan akhirnya tertawa atau menangisnya terlambat. Maaf, ini hanya pembuka saja. Pesan pentingnya berikut ini.

Pada salah satu episodenya, barangkali tidak tepat persis tetapi kurang lebih demikian ceritanya, ada kejadian seorang dokter ahli bedah vaskuler (pembuluh darah) dari suatu negara bagian lain, sedang berlibur ke kota tempat serial ER diceritakan berlangsung. Dia adalah Dokter terkenal untuk bidang kepakarannya itu. Selain berwisata, dia menyempatkan diri mengunjungi teman sejawatnya yang bekerja sebagai Dokter Bedah di ER itu. Saat itu ER sedang penuh sesak dengan berbagai jenis penyakit dan kondisi pasien (ini gambaran yang rutin ditunjukkan pada film ER apalagi saat akhir pekan dan hari libur, persis juga kondisi IGD RS-RS negeri akhir-akhir ini).

Saat menunggu, masuklah seorang pasien dengan perdarahan akibat luka terbuka di lambungnya akibat kecelakaan lalulintas. Saking penuh sesaknya ER tersebut, pasien yang baru ini sempat terlantar di koridor, baru sebentar ditengok tetapi terpaksa ditinggal dokternya yang harus juga melakukan resusitasi pasien gawat lainnya. Dokter yang sedang bertamu itu kebetulan mengetahui dan berada di dekat pasien perdarahan. Sesaat dia bingung dalam dilema, tetapi kemudian memberanikan diri melakukan tindakan penyelamatan terhadap pasien tersebut. Singkat cerita, pasien tersebut terselamatkan oleh tindakan dokter dari luar negara bagian itu.

Apa kemudian yang terjadi? Dokter tersebut dipuji, diberi ucapan terima kasih formal maupun informal, sangat dihargai oleh pasien dan keluarganya maupun kolega dan tim ER. Namun… dia tetap harus menjalani sanksi karena telah melakukan tindakan medis di luar area TANPA memliki ijin praktek di negara bagian yang sedang dia kunjungi TANPA melalui proses konsultasi atau permintaan dari Dokter setempat.

Barangkali, ini bisa menjadi inspirasi bagi saya – mungkin juga bagi teman-teman – dalam melihat dan merenungi kejadian kekerasan termasuk yang terjadi di Sleman akhir-akhir ini. Maaf bila tidak berkenan. Mangga.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*

Skip to toolbar