Bekam dan kedokteran

Posted by tonang on Nov 19th, 2008

Beberapa hari yang lalu, saya mendapat “tugas” mengisi kultum setelah sholat Subuh di Perum UNS Jati. Saya sebut “tugas” karena bagi saya, itu cara para senior - keimanan, usia, ilmu maupun yang lain - untuk memaksa saya belajar. Semalaman saya bingung akan mengisi apa. Ini merupakan tugas ke 3 saya mengisi kultum. Yang pertama dulu, pas Ramadhan, saya isi soal manfaat sholat dari sisi kesehatan/kedokteran. Kesempatan kedua, saya pilihkan hasil bacaan dari buku “Matematika Al Qur’an”. Harapannya, materi kultum memiliki core theme yang sejalan - kira-kira - Islam dan Ilmu Pengetahuan. Atau sebenarnya, sebatas kemamapuan saya, di bidang kesehatan/kedokteran.

Setelah bingung dan semakin bingung - maklum cupet sekali ilmunya - saya menemukan topik bekam.Tapi apa hubungannya untuk kultum? Topik ini menarik. Semakin banyak dibuka klinik-klinik bekam. Saya telusuri informasinya di internet, termasuk beberapa rekaman video dan foto pelaksanaan bekam. Dasar yang dipakai adalah dalil agama (Hadist Nabi - sejauh yang saya temukan, mohon dikoreksi).

Nama lain teknik bekam ada beberapa: Hijamah, capping therapy, leach therapy dll. Dari beberapa paparan, prinsip utamanya adalah membersihkan darah dari timbunan kotoran dan darah yang statis. Tempat pengambilannya di beberapa tempat tertentu. Diyakini, pembersihan darah kotor di titik-titik tersebut berhubungan dengan penyembuhan beberapa penyakit - ada yang menyebut sampai 72 macam penyakit. 

Terus terang, kening saya berkerut. Teknik bekam dengan dasar pemikiran tersebut, berkembang dalam praktek kedokteran di masa-masa awal perkembangan dulu. Tapi setelah berkembangnya pemamahan antara agent-host-pathogen, konsep penyembuhan bergeser ke penyakit dan agen penyebabnya. Dengan konsep ini, tindakan pembersihan darah dengan mengeluarkannya di satu titik, sulit diterima lagi. Tubuh kita memiliki 4-5 L darah. Bagaimana ini bisa dibersihkan hanya di beberapa titik? 

Continue Reading »

Mengatur, bukan melarang merokok …

Posted by tonang on Nov 18th, 2008

Seorang pengunjung berkomentar di blog ini tentang kebiasaan merokok: Lalu bagaimana dengan dokter2 yang ngerokok?? Kalau di RSDM kami pakai kode “Nebu” (Plesetan dari kata Nebulizer)… Dokternya ngerokok lalu pasiennya gimana?? “Ah, pak dokter juga ngerokok koq? jadi sya ikut aja.

Pahit memang. Perkenankan saya menampilkan ulang tulisan tentang rokok ini 3 tahun lalu (Mei 2005). Sedikit kutipannya di bawah, selengkapnya silakan diunduh bila menghendaki.  

Saya kira, yang perlu diatur adalah tempat-tempat bagi para perokok. Soal dokter merokok, di Jepang pun banyak dokter perokok. Namun, mereka tidak berani merokok di sembarang tempat. Hanya di tempat-tempat dan waktu khusus mereka merokok. 

Beberapa hari kemarin, di Jakarta dilakukan razia merokok. Pelaksananya birokrat, aparat keamanan, termasuk LSM. Tujuannya, agar Perda yang sudah diputuskan, bisa dilaksanakan. Itu pun - katanya - setelah dibutuhkan waktu sosialisasi selama 3 tahun terakhir. 

Beberapa waktu lalu, terdengar lontaran opini tentang tuntutan agar MUI mengeluarkan fatwa “merokok itu haram”. Terus terang, sebagai pribadi - sebagai sebuah keyakinan - saya sependapat. Namun, ada kekhawatiran juga, bahwa keluarnya fatwa semacam itu, bukan tidak mungkin justru kontraproduktif bagi citra MUI sendiri. Rujukannya? Toh Perda dengan ancaman hukuman jelas saja, sejauh ini tidak produktif. Bahkan setelah sosialisasi 3 tahun. Padahal isinya “hanya” mengatur, bukan melarang. 

Continue Reading »

Terjemahan Buku Baru

Posted by tonang on Nov 5th, 2008

Assalamualaikum,

Setelah sekian lama tertunda, tersendat oleh pergolakan jalan hidup, ada 2 buku lagi yang selesai saya terjemahkan. Proyek ini kelanjutan dari proyek terdahulu. Sempat melampaui batas waktu, Alhamdullilah, akhirnya 2 buku tersebut terselesaikan. Keduanya adalah seri Sciences Essentials: Biology dengan judul:

 

 

Agak berbeda dengan proyek terdahulu. Meskipun sama-sama buku sains untuk anak-anak, narasi lebih dominan dibandingkan gambarnya. Cukup tebal, masing-masing 48 halaman full collor. Saat ini buku tersebut sedang dalam proses editing untuk nantinya diterbitkan.

Mungkin “kerja” ini tidak banyak artinya, tapi bagi saya ini sangat berarti. Semoga menjadi batu pijakan bagi saya untuk kembali ke jalur yang benar. Amin.

Terima kasih ya. 

Wassalam.

 

Keep your head up!

Posted by tonang on Nov 5th, 2008

Assalamualaikum,

Hari-hari ini, ada saat dimana saya merasa terbelenggu oleh masa lalu - atau mungkin lebih tepat kesalahan masa lalu. Belenggu itu begitu menyesakkan. Kegamangan, kebingungan, kemarahan, rasa malu semua menyusup dalam-dalam ke lubuk kalbu. Rasa ragu, membelenggu langkah untuk bergerak maju. Wajah tertunduk, terselubung oleh rasa malu. 

Padahal, waktu akan terus berlalu. Tidak ada pilihan selain kita harus terus maju. Tidak mungkin kita memutar mundur jarum jam, meski dengan alasan baik untuk memperbaiki kesalahan sekalipun. Pilihan kita hanya belajar dan bercermin dari sejarah - dan kesalahan kita di masa lalu - agar tidak terulang. Gempuran, benturan, goncangan sampai halangan, pasti akan kita temui. Berat itu pasti. 

Lama saya termenung - dan masih sering termenung - terduduk dalam kegamangan itu. Sampai kemudian ada yang menasehati saya: Tidak ada pahlawan yang tidak punya masa lalu, dan tidak ada penjahat yang tidak punya masa depan.

Saya jelas tidak berani menganggap diri kelas pahlawan, dan semoga juga bukan kelas penjahat. Akhirnya, saya hanya bisa berusaha tegar. Harapan itu masih ada. Apa yang akan dan harus terjadi, tidak ada pilihan lain, harus saya hadapi. Semoga jejak masa lalu itu, bisa menjadi cermin bagi langkah ke depan.  Dengan iringan permohonan maaf atas segala kesalahan di masa lalu, semoga belenggu itu segera terurai, meninggalkan kebaikan dan kebahagiaan bagi semua. Amin.

Keep your head up!

Wassalam.

 

My Photo
Tonang Dwi Ardyanto
Solo, Indonesia

Rumah seorang dosen dan dokter, tempatnya hidup sebagai manusia, dengan segala apa adanya. Dibangun dengan dukungan :

UNS-Solo

Rumah Terbuka

Nama:
Situs/email:
Pesan:

Rumah Institusi